Telemarketing Adalah Jurus Pemasaran Menambah Pelanggan Baru

apa itu telemarketer
apa itu telemarketer
telemarketing adalah – Sumber Gambar : johnacademy.co.uk

Telemarketing atau aktivitas penjualan barang/jasa dengan penawaran terlebih dahulu melalui telepon merupakan jurus pemasaran yang kian berkembang.

Para manajer pemasaran atau penjualan perlu menyimaknya siapa tahu cocok untuk jenis produk/jasa yang ditangani dan bisa meningkatkan volume penjualan.

Dalam hiruk-pikuk kegiatan sehari-hari, sering seorang manajer yang bertanggung jawab atas aktivitas pemasaran atau penjualan mengabaikan alat bantu yang tiap hari dipakainya untuk berkomunikasi.

Alat itu, telepon. Selama ini telepon lebih dipandang sebagai alat yang mempercepat komunikasi, yang pada gilirannya menunjang aktivitas pemasaran atau penjualan perusahaan.

Jadi, nilai perangkat itu hanyalah dalam fungsinya sebagai alat penghubung saja.

Ternyata, alat telepon itu mengandung banyak potensi yang bila digunakan dan dikelola secara kreatif dan dapat berdampak langsung pada aktivitas penjualan.

Singkatnya, telepon itu bisa menjadi alat pemasaran/penjualan yang ampuh, sejauh ia dikombinasikan dengan operator yang tepat serta mengikuti sistematika kerja yang efektivitasnya telah terbukti.

Pendayagunaan telepon macam ini termasuk sebagai teknik telemarketing yang akhir-akhir ini banyak dipakai, termasuk di Indonesia.

Dalam telemarketing, telepon menunjukkan fungsinya dalam bentuk:

  • Menghubungi langsung pembeli potensial dan, kalau mungkin, menuntaskan transaksi.
  • Menjadi semacam ujung tombak “survei” pemasaran, untuk di follow up lebih lanjut oleh tenaga pemasaran di lapangan.
  • Menjadi alat “pembuka pintu” pembeli potensial agar bisa dikunjungi oleh tenaga pemasaran.

Peranan perangkat telepon sebagai alat pemasaran utama

telemarketing adalah
Sumber Gambar : neilpatel.com

Ada beberapa sifat telepon yang membuatnya efektif sebagai alat pemasaran, di antaranya:

Dua arah langsung.

Telepon merupakan alat komunikasi unik yang memungkinkan seseorang memberikan informasi sekaligus menerima tanggapan secara langsung.

Sampai saat ini, belum ada alat lain (yang dipergunakan secara meluas) yang mampu menyuguhkan ciri ini.

Umpan balik yang cepat

Melalui telemarketing, Anda selaku pihak penjual langsung memperoleh umpan balik yang cepat mengenai tingkat efektivitas program itu sendiri.

Upaya membujuk calon pembeli akan mendapat jawaban langsung: ya, tidak, mungkin, atau “… coba hubungi kami lagi, deh.”

Berdasarkan jawaban itu bisa segera diketahui apabila ada hal-hal yang perlu segera diperbaiki.

Misalnya, sasaran pasar yang kurang tepat untuk produk yang ditawarkan, teknik tenaga telemarketing yang kurang cocok atau malah pesan yang disampaikan oleh segenap tenaga telemarketing yang justru kurang baik.

Apa pun, tindakan-tindakan penyesuaian segera bisa diterapkan tanpa memakan biaya yang besar.

Seperti bertemu empat mata.

Pembicaraan melalui telepon hampir sama dengan pertemuan empat mata, bedanya hanya pada tidak hadirnya wajah di hadapan kita.

Namun tetap terdapat semua unsur lain yang ada dalam pembicaraan tatap muka. Ada tukar sapa, ada upaya saling memperkenalkan diri (pertukaran identitas), dan ada pembicaraan bolak-balik mengenai hal-hal lain yang lebih luas.

Yang penting, telepon ini memungkinkan pihak yang hendak menjual sesuatu melakukan persuasi verbal secara efektif.

Fleksibel dan murah.

Kampanye pemasaran/penjualan dengan mengandalkan alat telepon cukup fleksibel karena penyusunan program kerja telemarketing relatif tidak rumit atau membutuhkan waktu yang lama.

Dana yang dibutuhkan untuk memulai program telemarketing juga tidak sebesar jumlah yang diperlukan jika melakukan kampanye pengiklanan besar-besaran.

Hasil dari program telemarketing bisa langsung diketahui cocok tidaknya dengan segmen pasar tertentu, maka koreksi dapat segera dilakukan.

Tentunya ini berarti peluang untuk menekan pengeluaran yang tidak efektif/produktif semakin banyak.

Program telemarketing terukur.

Efisiensi dan efektivitas penggunaan telepon bisa langsung terukur angka. Dapat langsung dihitung jumlah calls yang dibuat tiap tenaga telemarketing, berapa yang menghasilkan respons positif dan berapa pula yang lantas berlanjut menjadi pesanan pasti.

Hal ini mungkin tidak diperoleh bila menggunakan pola pemasaran langsung melalui pos atau kampanye via sarana komunikasi elektronik macam radio atau TV.

Analisa cost-benefit, dengan demikian, dapat diperoleh secara akurat sehingga dapat menjadi dasar argumentasi mengenai perlu-tidaknya program telemarketing ini berlangsung terus.

Tergantung Kondisi

Customer Service
Sumber Gambar : assets.entrepreneur.com

Tentunya teknik pemasaran yang kini terkenal dengan nama telemarketing tidak selalu menjamin keberhasilan. Ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi sebelum buah hasil bisa dinikmati.

Dari segi operasional juga dibutuhkan dua unsur penting. Pertama, tersedianya telemarketers yang terampil dan berpengalaman.

Mereka ini dituntut memiliki kemampuan berbicara yang baik, bisa menjelaskan permasalahan secara jernih, dan ini penting sekali mampu mempersuasi calon pembeli untuk, paling tidak, mengetahui lebih lanjut mengenai apa yang ditawarkan.

Unsur yang tak kalah penting adalah sistem kerja yang berlaku. Selain harus tersedia “skenario” penawaran yang terbukti efektif, juga harus ada working arrangement yang menarik bagi telemarketers ditinjau dari sudut insentif maupun kepuasan kerja.

Juga harus terhindar adanya tumpang tindih kepentingan antara telemarketers dengan petugas-petugas lapangan yang fungsi pokoknya menuntaskan penjualan yang pernah dirintis tenaga telemarketing.

Jangan sampai keberhasilan satu pihak justru dihambat pihak lain lantaran sistem pembagian bonus atau insentif kurang adil atau tidak proporsional.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai gambaran umum tentang apa itu telemarketing.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan berguna bagi Anda yang akan melamar kerja sebagai telemarketing

Buat Anda yang termasuk fresh graduate atau ingin resign dan mencari pekerjaan baru, Anda bisa mendapatkan informasi lowongan kerja di halaman Info Loker.

Jika Anda ingin meningkatkan peluang diterima kerja, maka perlu persiapan matang. Anda bisa membaca informasi seputar tes masuk dunia kerja di halaman Tips Karir agar lebih matang dan percaya diri saat tes masuk dunia kerja.

Jangan lupa baca pula beragam informasi menarik lainnya seputar dunia kerja, hanya di Seputarkarir.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *