Tips Karir

7 Alasan Mengundurkan Diri Dari Pekerjaan dan Cara Resign Kerja yang Baik

Alasan mengundurkan diri dari pekerjaan – Bagi kamu yang akan melamar kerja di perusahaan baru, umumnya akan ditanya pengalaman kerja dan alasan...

Written by Eling Widiatmoko · 4 min read >
Alasa berhenti kerja
Sumber Gambar : m.ayosemarang.com

Alasan mengundurkan diri dari pekerjaan – Bagi kamu yang akan melamar kerja di perusahaan baru, umumnya akan ditanya pengalaman kerja dan alasan berhenti kerja di tempat sebelumnya.

Perlu diketahui, karyawan yang mengajukan resign tidak hanya staff saja lho. Karyawan yang telah mempunyai kedudukan lumayan tinggi juga tidak terlepas dari pilihan resign.

Pertimbangannya bisa beberapa macam, dari jenuh pada tugas lama, beban kerja yang tidak lagi manusiawi, atau karena alasan personal misalkan menikah.

Mengundurkan diri dari tempat kerja bisa juga dilakukan karena alasan kontrak kerja. Contohnya, kamu adalah karyawan kontrak secara berkala.

Perusahaan akan perpanjang kontrak baru untuk pegawainya. Jika Kamu tidak menandatangani kontrak perpanjangan, maka dianggap resign. Pastikan finansial kamu aman saat resign kerja.

Sebisa mungkin hindari resign kerja secara tiba-tiba dan berikan alasan mengundurkan diri dari pekerjaan yang dapat diterima.

Ingat, bagaimana cara kamu resign akan punya pengaruh pada citra diri, bagus untuk perusahaan lama atau perusahaan baru.

Alasan mengundurkan diri dari pekerjaan

Resign dari pekerjaan adalah sebuah keputusan yang sulit bagi seorang karyawan.

Sebelum mengajukannya, Kamu harus mempertimbangkan alasan mengundurkan diri dari pekerjaan terbaik yang akan disampaikan nanti. Alasan resign akan mempengaruhi reputasi Kamu, baik di perusahaan lama maupun perusahaan baru.

Dalam menyampaikan alasan alasan mengundurkan diri dari pekerjaan tidak boleh asal. Sebaiknya Kamu memakai kalimat yang pas agar perusahaan lama kamu memberikan surat referensi yang bagus.

Nach berikut adalah beberapa alasan berhenti kerja yang dapat kamu pertimbangkan saat ajukan resign kerja.

1. Mendapatkan penawaran yang lebih bagus

Alasan mengundurkan diri dari pekerjaan ini sebenarnya paling logis. Tujuan kita kerja apa sih? Tentu mayoritas dari kita akan jujur menjawab: cari penghasilan yang stabil. Bukan materialistis, tetapi lebih ke rasional dan idealis.

Maka bila kamu mendapatkan penawaran yang lebih bagus dan upah yang semakin besar di perusahaan lain, karena itu jujur saja.

Kamu dapat sampaikan ini ke kantor lama, hingga kantor lama dapat menimbang ada peningkatan upah bila ingin mempertahankanmu.

Bila kantor lama tidak coba meredammu, karena itu tidak jadi masalah. Kamu dapat ambil penawaran di kantor baru. Ke HRD kantor baru, kamu dapat sampaikan ini secara lembut.

Satu diantaranya dengan ‘mencari tantangan baru’. Jawaban di atas benar-benar aman karena dipandang tidak menjelekkan kantor lama.

2. Alasan Keluarga

Alasan keluarga merupakan alasan yang paling umum digunakan untuk berhenti dari tempat kerja atau mengajukan mutasi.

Alasannya bermacam-macam, misalnya jauh dari keluarga, terlalu banyak pekerjaan sehingga menyita waktu untuk keluarga.

3. Mencari tantangan baru

Alasan berhenti dari tempat kerja selanjutnya masih menyambung pada point pertama. Alasan ‘mencari tantangan baru’ juga bisa loh memang demikian adanya.

Sesudah bekerja sepanjang tahun dengan kegiatan rutin dan beban kerja yang monoton, kamu bisa jadi merasa jenuh.

Ini bisa menjadi argumen yang kuat untuk kamu resign dari perusahaan lama. Untuk kantor lama, kasus ‘tantangan baru’ ini bisa saja pertimbangan untuk menaikkan kedudukan kamu.

Sedang untuk kantor baru, pasti menjanjikan untuk menerima pegawai baru yang masih semangat.

4. Cari lingkungan kerja yang kolaboratif

Alasan mengundurkan diri pekerjaan selanjutnya yang dapat kamu sampaikan ialah ‘mencari lingkungan kerja yang kolaboratif’.

Mungkin selama bekerjaa di kantor lama Kamu merasa jika tim kerja di kantor lama tidak bisa diajak kerja-sama.

Tetapi sampaikanlah dengan argumen yang baik, karena jika Kamu sampaikan apa adanya HRD dapat melihatmu sebagai pegawai yang tidak dapat diajak kerja-sama.

Lebih bagus, kamu sampaikan jika kamu ingin mencari lingkungan kerja baru yang para pegawai dan pemimpinya lebih kolaboratif untuk ke depannya, hingga kamu dapat meningkatkan produktifitas kerja.

Ingat, jauhi menjelek-jelekkan kantor lama ke HRD kantor baru.

5. Melanjutkan pendidikan

Melanjutkan pendidikan merupakan salah satu alasan berhenti dari tempat kerja yang paling logis. Misalkan, kamu seorang karyawan dengan gelar sarjana (S1), karena itu kamu ingin lanjut kuliah di tingkatan master (S2). Argumen ini lebih banyak dapat diterima kantor lama.

6. Beban kerja tidak sesuai kontrak di awal

Saat pertama masuk kerja, Kamu biasanya diminta untuk menandatangi kontrak kerja. Kontrak itu berisi penjelasan untuk mematuhi ketetapan sebagai pegawai perusahaan, dan gambaran umum deskripsi tugas Anda.

Surat kontrak tersebut ditangani di atas selembar materai, yang artinya Anda dan perusahaan sudah memiliki hubungan hukum yang jelas.

Meskipun begitu seringkali perusahaan membebankan tugas yang melampaui batas yang sudah disepakati dalam persetujuan diawal.

Hal ini tentu tidak jadi masalah besar jika perusahaan memberikan kompensasi gaji lebih karena Anda melakukan pekerjaan di luar tanggung-jawab Anda.

Tetapi bagaimana jika jumlah kompensasi itu tidak sebanding dengan beban kerja yang telah Anda luangkan karena itu? Jelas saja ini menjadi masalah tersendiri yang pantas di jadikan argument untuk mundur dari pekerjaan

7. Pembagian waktu kerja yang tidak imbang

Alasan berhenti kerja lainnya ialah jam kerja yang tidak manusiawi. Misalkan, hari libur dan akhir minggu kamu sering terusik oleh tugas kantor.

Walau sebenarnya, liburan ialah hakmu sebagai karyawan. Disamping itu, kesehatan psikis penting juga untuk dijaga.

Bila kesetimbangan kerja tidak terwujud di kantor lama kamu, sah-sah saja buatmu untuk resign. Kamu memiliki hak mencari perusahaan lain yang memberikan jam kerja seimbang.

Saat ajukan resign ke kantor lama, tidak ada kelirunya kamu jujur masalah ini supaya jadi evaluasi. Tetapi ke kantor baru, kamu dapat sampaikan argumen yang lebih lembut.

Misalkan, kamu menyaksikan perusahaan yang kamu lamar memberinya jatah tugas yang imbang ke pegawai-karyawannya. Dan kamu ingin tergabung dalam ekosistem sehat yang berada di kantor barumu ini.

Cara resign kerja yang baik

Meskipun kamu bermaksud mengundurkan diri dari tempat kerja, kamu harus tetap patuhi ketentuan yang baik untuk resign di kantor lama kamu.

Karena, ini pasti jadikan penilaian soal attitudemu sepanjang bekerja. Berikut cara resign kerja yang baik :

1. Bicarakan langsung dengan atasan Anda

Pastikan jika atasan Anda adalah orang pertama kali yang tahu mengenai ide pemunduran diri Anda. Jangan sampai tersebar isu kantor berkenaan pemunduran diri Anda, walaupun sebetulnya Anda belum berbicara langsung dengan atasan Anda. Jika hal seperti ini terjadi, tidak mustahil jika atasan Anda terasa ‘sakit hati’.

2. Jangan mendadak

Pastikan jika kamu mengajukan surat resign atau memberitahu atasanmu minimum sebulan sebelum kamu resign.

Jangan sampai kamu ajukan resign sehari sebelumnya, karena hal tersebut benar-benar fatal untuk dilaksanakan.

Seharusnya turuti saja ketentuan atau prosedur resign di kantor lamamu dengan menanyakan pada sekretaris atau HRD.

3. Sampaikan dengan bahasa yang lembut

Mungkin Anda memundurkan diri karena ketidakcocokan dengan atasan atau partner kerja Anda. Tetapi, sampaikan dan gunakanlan bahasa yang sopa, saat Anda memundurkan diri.

Menjelek-jelekkan atasan atau partner kerja Anda sebagai alasan Anda memundurkan diri akan meninggalkan kesan negatif pada diri Anda

4. Tetap menjaga perform kerja

Meskipun kamu ingin mengundurkan diri dari tempat kerja, jangan pernah masalah ini membuat kamu jadi malas-malasan.

Kerja jadi tidak sesuai target atau datang telat dengan argumen ‘Ah, kan saya ingin resign, jadi tidak apa-apa telat’. Ini pasti membuat kamu dicap jadi orang yang tidak professional.

Kamu tetap harus bekerja sesuai ketentuan dan sasaran yang diberi karena kamu akan memperoleh upah diakhir periode kerjamu.

5. Mengembalikan barang inventaris kantor

Jika kamu mendapatkan sarana seperti netbook kantor, HP kantor atau camera kantor, kamu harus mengembalikan beberapa barang tersebut dengan bersih dan rapi pada kantor.

Bila hancur, kamu harus menukarnya. Itu menunjukkan jika kamu ialah orang yang amanah dan bertanggungjawab.

6. Berpamitan dengan rekanan kerja dan atasan

Hal paling akhir yang sudah dilakukan pada hari terakhirmu bekerja, seharusnya kamu berpamitan dengan rekanan kerja dan atasanmu, ya!

Demikianlah penjelasan singkat mengenai alasan mengundurkan diri dari pekerjaan dan cara resign kerja yang baik.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan berguna bagi Anda yang akan mengundurkan diri dari pekerjaan.

Buat Anda yang termasuk fresh graduate atau ingin resign dan mencari pekerjaan baru, Anda bisa mendapatkan informasi lowongan kerja di halaman Info Loker.

Jika Anda ingin meningkatkan peluang diterima kerja, maka perlu persiapan matang. Anda bisa membaca informasi seputar tes masuk dunia kerja di halaman Tips Karir agar lebih matang dan percaya diri saat tes masuk dunia kerja.

Jangan lupa baca pula beragam informasi menarik lainnya seputar dunia kerja, hanya di Seputarkarir.com.

Written by Eling Widiatmoko
Hanya seorang lelaki biasa yang suka menulis dan berbagi informasi. Semoga artikel di seputarkarir.com yang saya tulis bermanfaat dan menambah wawasan Anda Profile

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *