Profesi

Penjelasan Lengkap Supply Chain Management, Pengertian, Proses, dan Tujuan

Jika Anda pebisnis, Anda harus memiliki kemampuan dalam melakukan manajemen produk yang benar dengan cara melakukan Supply Chain Management (SCM). Kemampuan tersebut...

Written by Eling Widiatmoko · 4 min read >
supply chain management adalah
supply chain management adalah
Sumber Gambar : knic.co.id

Jika Anda pebisnis, Anda harus memiliki kemampuan dalam melakukan manajemen produk yang benar dengan cara melakukan Supply Chain Management (SCM).

Kemampuan tersebut penting Anda miliki supaya tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang besar dapat tercapai.

Supply chain management (SCM) merupakan salah satu faktor yang mendukung pemenuhan kebutuhan konsumen yang dilakukan oleh bisnis manufaktur, ritel, dan grosir.

Dengan kata lain, supply chain management juga merupakan faktor penentu kesuksesan dari bisnis-bisnis tersebut.

Ketahui konsep supply chain management beserta dengan proses dan contohnya pada ulasan berikut:

Pengertian Supply Chain Management

Supply chain management adalah suatu kegiatan dalam merencanakan, mengendalikan, dan menjalankan aliran produk.

Kegiatan tersebut meliputi proses pencarian bahan baku, produksi, dan pendistribusian ke tangan konsumen dengan efisien dan efektif.

Supply chain management merupakan usaha yang kompleks dan memiliki cakupan besar.

Usaha tersebut tercipta dengan adanya kerja sama yang baik dari penyedia bahan, produsen, dan distributor.

Berikut beberapa pendapat ahli mengenai pengertian supply chain management adalah:

1. James A dan Mona Fitzsimmons

Supply chain management merupakan kegiatan untuk mengatur seluruh kegiatan yang dilakukan oleh pihak rantai pasok dari awal hingga distributor.

2. Heizer dan Rader

Supply chain management adalah suatu kegiatan mulai dari pengolahan bahan mentah hingga menjadi produk jadi dan dikirim ke pelanggan menggunakan sistem distribusi.

3. Chase dan Jacob

Supply chain management merupakan suatu sistem yang dimanfaatkan untuk mengatur semua kegiatan mulai dari tahap pengolahan bahan mentah hingga menjadi barang jadi yang siap dikirim ke pelanggan.

Proses Supply Chain Management

proses Supply chain
Sumber Gambar :proxsisgroup.com

Supply chain management dimulai dari proses persiapan produksi, proses produksi, dan penyaluran produk hingga ke konsumen tepat sasaran.

Berikut ini adalah proses SCM yang perlu Anda ketahui:

1. Perencanaan

Tahap perencanaan dimulai dari proses estimasi permintaan konsumen di lapangan.

Kemudian dilanjutkan dengan proses perencanaan pembelian, perencanaan proses produksi, persiapan pemenuhan tenaga kerja dan kebutuhan moda transportasi.

Prakiraan permintaan konsumen perlu dilakukan supaya produser dapat mengetahui jenis dan jumlah produk yang akan diproduksi sesuai kebutuhan konsumen.

Hal tersebut akan membantu Anda sebagai pemilik bisnis untuk menentukan jenis dan produk yang akan diproduksi.

Jika Anda sebagai pemilik bisnis, maka Anda perlu melakukan prakiraan permintaan konsumen.

Hal tersebut dapat Anda lakukan dengan melihat laporan penjualan, inventaris, dan minat atau tren pasar.

2. Pembelian atau Pengadaan

Setelah Anda sebagai pemilik bisnis sudah mengetahui jenis dan jumlah produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, selanjutnya Anda melakukan pengadaan.

Pengadaan adalah kegiatan mendapatkan barang dengan harga terbaik dengan jumlah dan waktu yang tepat.

Kegiatan pengadaan harus melalui beberapa tahapan berikut ini:

  • Pengajuan
  • Pembelian
  • Penilaian pengajuan
  • Persetujuan pembelian
  • Pemesanan ke pemasok

Pengadaan akan lebih mudah jika dibantu menggunakan sistem manajemen pembelian.

Sistem tersebut akan memudahkan departemen pembelian untuk membuat penawaran, persetujuan pembelian, dan kontrak antara kedua belah pihak.

3. Produksi

Proses produksi adalah kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi yang akan dipasarkan ke konsumen.

Kegiatan produksi membutuhkan bantuan tenaga mesin dan tenaga kerja manusia untuk dapat menghasilkan produk yang diharapkan.

Proses produksi sebaiknya dilakukan dengan sistem berkala dan terencana dengan baik.

Hal ini untuk menghindari terjadinya pemberhentian proses produksi yang akan mengakibatkan penundaan pengiriman produk ke konsumen.

Penundaan pengiriman produk dalam waktu yang cukup lama akan membuat kecewa dan mengurangi tingkat kepuasaan pelanggan. Oleh karena itu, perlu sekali manajemen produksi yang baik dan tepat waktu.

4. Pengelolaan Gudang

Barang hasil dari proses produksi selanjutnya akan disimpan dalam gudang penyimpanan untuk sementara.

Barang-barang tersebut akan disimpan hingga tiba waktunya untuk didistribusikan ke pelanggan menggunakan transportasi yang memadai.

Pengelolaan gudang terdiri dari beberapa proses, yaitu:

  • Memasukan barang
  • Mengeluarkan barang
  • Proses pengambilan
  • Proses pengepakan
  • Cross docking
  • Stock opname

Pihak pengelola gudang harus memperhatikan dan mencatat dengan detail setiap barang yang masuk dan keluar dari gudang. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah pada tahap proses stock opname.

Stock opname harus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan untuk menghindari adanya perbedaan antara jumlah barang secara fisik dengan data pada pembukuan.

5. Pengiriman Pesanan

Barang yang disimpan di gudang selanjutnya dikemas dan dikirimkan ke pelanggan sesuai jumlah dan pesanan.

Barang-barang tersebut dikirimkan oleh jasa kurir menggunakan transportasi yang sebelumnya sudah disiapkan.

Ada hal penting yang perlu dilakukan oleh penjual atau pemilik usaha saat barang sudah di tangan kurir.

Anda harus memiliki alat pelacak kurir untuk memantau dan memastikan barang pesanan pelanggan Anda, akan tiba tepat waktu dengan kondisi yang baik.

Anda cukup menggunakan alat pelacak yang dapat Anda install pada smartphone. Selain Anda dapat memantau perjalanan kurir, Anda juga dapat menerima konfirmasi dari kurir Anda apabila barang sudah diantar ke pelanggan.

6. Pengembalian Pesanan

Pengembalian pesanan biasanya terjadi apabila pelanggan Anda melakukan komplain atas adanya kerusakan atau kekeliruan dan keterlambatan pada pengiriman barang.

Berikut adalah beberapa proses yang harus dilakukan, apabila pelanggan Anda mengajukan komplain dan melakukan pengajuan pesanan:

  • Pemeriksaan kondisi barang
  • Otoritas pengembalian barang
  • Penggantian barang dengan yang baru
  • Penjadwalan pengiriman barang ke alamat pelanggan
  • Pengembalian uang ke pelanggan sesuai kesepakatan atau ketentuan

Tujuan Penggunaan Supply Chain Management

Penggunaan SCM dalam bisnis sangat penting. Hal ini untuk menunjang proses produksi dan distribusi dapat berjalan dengan lancar. Berikut beberapa tujuan dari pemanfaatan supply chain management:

1. Sebagai wujud kerja sama di rangkaian jaringan perusahaan

Adanya kerja sama perlu dilakukan oleh pelaku bisnis untuk mendapatkan keuntungan dan kemudahan dalam mencapai tujuan perusahaan.

Tanpa kerja sama dengan pihak lain, suatu perusahaan tidak akan mampu mencapai tujuannya.

Dengan adanya kerja sama dengan berbagai pihak dan penerapan manajemen rantai pasok, maka akan mendukung produksi semakin efisien dan efektif.

2. Memberikan kepuasan pelanggan

Pelanggan merupakan raja atau ratu. Kepuasan pelanggan akan memberikan efek yang besar bagi keberlangsungan perusahaan.

Semakin puas pelanggan terhadap pelayanan dan barang yang dijual, maka akan semakin baik citra perusahaan di mata masyarakat.

SCM yang benar akan membantu perusahaan dalam memberikan kepuasan pelanggan, melalui proses pengiriman tepat waktu dan kualitas barang yang memuaskan.

3. Efisien biaya pada seluruh tahapan

Penerapan SCM yang benar dapat membantu perusahaan untuk menggunakan dana yang tersedia dengan bijak dan hemat, sehingga dapat terhindar dari sifat pemborosan.

Penggunaan dana hanya digunakan untuk hal yang sesuai dengan kebutuhan saja.

Pemanfaatan supply chain management juga dapat memberikan manfaat pada proses distribusi barang menggunakan transportasi yang efisien dan efektif.

4. Mampu bersaing.

Penerapan supply chain management juga bertujuan untuk memberikan dukungan kepada perusahaan dalam memenangkan persaingan pasar.

Hal tersebut adalah bukti saat supply chain management dapat menyediakan produk dengan harga murah namun memiliki kualitas yang baik.

Supply chain management sangat penting dimiliki dan diterapkan dalam menjalankan bisnis.

Hal ini untuk menunjang keberhasilan pemilik bisnis dalam memperoleh keuntungan dan kepuasan pelanggan.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai gambaran umum supply chain management dalam dunia bisnis.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan berguna bagi Anda yang masih bingung membedakan kedua profesi tersebut.

Buat Anda yang termasuk fresh graduate atau ingin resign dan mencari pekerjaan baru, Anda bisa mendapatkan informasi lowongan kerja di halaman Info Loker.

Jika Anda ingin meningkatkan peluang diterima kerja, maka perlu persiapan matang. Anda bisa membaca informasi seputar tes masuk dunia kerja di halaman Tips Karir agar lebih matang dan percaya diri saat tes masuk dunia kerja.

Jangan lupa baca pula beragam informasi menarik lainnya seputar dunia kerja, hanya di Seputarkarir.com.

Written by Eling Widiatmoko
Hanya seorang lelaki biasa yang suka menulis dan berbagi informasi. Semoga artikel di seputarkarir.com yang saya tulis bermanfaat dan menambah wawasan Anda Profile

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *