Mengenal Apa itu HSE Officer Pengertian, Fungsi, dan Penerapannya di Perusahaan

0
75
apa itu hse
Sumber Gambar : mexatye.com

HSE Officer adalah management resiko yang diperuntukkan untuk memberi pelindungan kesehatan, keamanan, atau keselamatan.

Dapat dikatakan, HSE officer ini sebagai mekanisme dalam operasional perusahaan yang cukup penting dimiliki.

Adanya divisi HSE akan menolong perusahaan Anda agar semua aktivitas berjalan mulus tanpa permasalahan yang menimbulkan kerugian.

Nah, lalu apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan HSE ini? Untuk lebih lengkapnya, yuk simak ulasan tentang apa itu HSE, tugas, fungsi dan cara implementasinya di perusahaan!

Apa itu HSE Officer?

HSE Officer adalah bagian dari industri, perusahaan, atau lembaga yang bertanggungjawab pada masalah kesehatan, keselamatan kerja, dan pengendalian lingkungan.

HSE adalah singkatan dari health, safety, and environment sebagai rangkaian proses dan prosedur yang menganalisis potensi bahaya di lingkungan kerja.

Pengembangan praktek HSE dilaksanakan agar perusahaan dapat mengurangi atau menghilangkan bahaya dan melatih pegawai untuk penangkalan kecelakaan atau respons pada suatu hal yang mengancam.

Mekanisme management HSE berpatok pada kesehatan, keselamatan, dan lingkungan pada tempat kerja.

Industri manufacturing sebagai salah satu contoh tempat kerja di mana HSE sangat dibutuhkan agar pegawai terlindung dari kecelakaan yang disebabkan karena mesin dan perlengkapan yang mereka pakai.

Di Indonesia, HSE juga dikenal dengan K3 atau Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Dalam perkembangannya, HSE jadi bagian atau divisi khusus yang ada pada susunan intern suatu perusahaan.

Fokus utamanya adalah untuk memastikaan pengendalian keselamatan, kesehatan, dan lingkungan kerja pada umumnya.

HSE biasanya ditempatkan di bawah departemen sumber daya manusia (SDM) karena erat hubungannya dengan keselamatan pegawai pada tempat kerja.

Baca Juga : 8 Tugas Penting Staff Administrasi di Dalam Perusahaan

Fungsi HSE Pada Perusahaan

Tugas hse adalah
Sumber Gambar : akademionline.id

Setiap perusahaan diharapkan bisa melindungi para pekerjanya dari hal-hal yang tidak beresiko saat melakukan pekerjaan.

Perusahaan membutuhkan pengendalian HSE untuk menentukan siapakah yang bertanggungjawab atas keselamatan dan kesehatan di tempat kerja dan perlakuan apa yang bisa diambil untuk memastikan keselamatan dan kesehatan beberapa pegawainya.

Kegiatan operasional perusahaan bisa terhambat oleh beberapa hal yang tidak diharapkan seperti kecelakaan kerja.

Ada beberapa fungsi HSE yang bermanfaat untuk perusahaan atau pegawai. Menurut UU No. 1 tahun 1970 mengenai Keselamatan Kerja, fungsi dari HSE ialah seperti berikut.

  • Mencegah dan mengurangi kecelakaan
  • Mencegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran di tempat kerja
  • Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan
  • Memberi peluang atau jalan menyelamatkan diri di saat kebakaran dan peristiwa berbahaya
  • Memberi bantuan pada kecelakaan
  • Mencegah dan mengontrol munculnya kotoran, asap, gas, dan faktor masalah kesehatan lain
  • Mencegah dan mengontrol munculnya penyakit karena tugas fisik dan hubungan dengan senyawa kimia beresiko atau biohazard
  • Memelihara kebersihan, kesehatan, dan keteraturan

Biasanya divisi HSE mempunyai pekerjaan dasar untuk memastikan jika beberapa hal yang tertera di atas berjalan dengan baik.

HSE mempunyai tanggung-jawab khusus untuk mengurus dan menjalankan proses K3 dengan standard operasional tertentu yang dipakai oleh perusahaan.

Berikut ialah beberapa fungsi HSE untuk perusahaan

1. Mencegah kecelakaan yang mengakibatkan cidera fisik

kecelakaan kerja
Sumber Gambar : agniakhassaarkananta.com

Dalam sebuah industri manufacturing atau perusahaan yang ada di perkantoran luas, HSE berperan menjadi dasar keselamatan kerja.

Lewat pengendalian K3 yang sudah dilakukan oleh sisi HSE ini diharap semua pegawai memperoleh pengetahuan mengenai tata cara atau standard operasional tertentu terkait keamanan kerja.

Sebabnya, kecelakaan dan cidera fisik sebagai hal yang biasa terjadi pada tempat kerja. Penangkalan dan penanganan pada kecelakaan bisa menolong lancarnya operasional perusahaan secara umum.

Karena adanya HSE yang mengaplikasikan training dan pengelolaan K3 yang bagus, sebuah perusahaan atau industri bisa terbebas dari resiko atau memperkecil resiko berlangsungnya kecelakaan atau cidera fisik saat operasional kerja dilaksanakan.

2. Mencegah penurunan atau hilangnya penghasilan

Pengendalian dan implementasi standard operasional yang bagus dari bagian HSE bisa menekan berlangsungnya pengurangan penghasilan atau bahkan juga hilangnya penghasilan bagi suatu perusahaan.

Perusahaan yang memperhatikan HSE secara eksklusif dapat meminimalisasi berlangsungnya pengurangan penghasilan karena kerusakan alat, terhambatnya operasional, sampai cost perawatan karyawan yang terlibat kecelakaan pada tempat kerja.

Penangkalan pada peristiwa kejadian merugikan di tempat kerja adalah hal penting yang dituju dengan adanya HSE pada sebuah perusahaan atau industri.

Waktu, alat, dan karyawan sebagai motor pendorong operasional dari satu usaha. Bila salah satunya atau bahkan juga ke-3 ini mengalami kendala maka berkurang juga potensi keuntungan yang ada dalam suatu periode operasional perusahaan.

3. Mengurangi resiko tuntutan hukum

karyawan dan hukum
Sumber Gambar : heredialegal.com

Kecelakaan di tempat kerja merupakan ranah yang bisa diperkarakan oleh pegawai yang terimbas bila haknya tidak dipenuhi dengan perusahaan.

Seperti kewajiban perusahaan  terhadap K3 yang diatur dalam UU No. 1 tahun 1970 mengenai Keselamatan Kerja, begitupun semestinya sebuah perusahaan mempunyai management yang khusus mengurus hal K3.

Sebuah perusahaan bisa dituntut apabila tidak penuhi kewajibannya untuk melindungi pegawainya.

Begitupun hal ini diterangkan pada pasal 12 UU Keselamatan Kerja yang mencakup banyak hal salah satunya ialah penuhi dan mematuhi semua persyaratan kesehatan serta keselamatan kerja.

Perusahaan bisa terbebas dari gugatan hukum dari serikat buruh atau karyawan perseorangan bila sudah penuhi kewajibannya dalam training, penangkalan, dan penanganan pada kecelakaan yang dialami oleh beberapa pekerjanya.

4. Tuntutan ganti rugi

Beberapa hak dari pegawai pada suatu perusahaan biasanya berkaitan dengan asuransi keselamatan dan kesehatan kerja.

Ini bisa tertera pada surat kontrak sampai ketentuan umum perusahaan yang jamin keselamatan beberapa pekerjanya.

HSE jadi divisi yang membuat semua kewajiban perusahaan pada keselamatan beberapa karyawan dapat tercukupi secara baik.

Bila sebuah perusahaan lupa dalam mengurus K3 dan ada karyawan yang cidera atau cacat karena bekerja karena itu beberapa karyawan biasanya mempunyai hak untuk menuntut ganti rugi ke perusahaan.

Ini berkaitan dengan hak kesejahteraan pada tempat kerja dan ganti rugi atas cidera yang dirasakan karyawan.

Dengan adanya HSE dan beragam standard operasional yang diputuskan oleh HSE, diharap tuntutan ganti rugi seperti ini tidak ada.

5. Meningkatkan kepercayaan karyawan

Satu diantara peranan HSE ialah meningkatkan keyakinan beberapa karyawan pada perusahaan.

Adanya HSE dengan pengelolaan K3 yang bagus pada sebuah perusahaan akan meningkatkan rasa percaya beberapa karyawan terhadap perusahaan tersebut.

Pegawai akan merasa terlindung saat bekerja hingga mereka bisa meningkatkan performanya tanpa takut akan kecelakaan atau cidera fisik.

Pengendalian K3 yang diaplikasikan divisi HSE diharap dapat mendukung operasional perusahaan secara umum.

Sehingga, beberapa karyawan yang sudah dibekali dengan training atau workshop K3 oleh divisi HSE akan dapat menuntaskan permasalahan tehnis atau banyak hal terkait keselamatan kerja secara mandiri.

Ini akan percepat proses operasional dan menjauhkan karyawan dari kendala saat mengerjakan tugasnya.

Implementasi HSE Pada Lingkungan Kerja

hse officer adalah
Sumber Gambar : safetysignindonesia.id

Pada Pasal 35 ayat (3) UU No. 13 tahun 2003 mengenai Tenaga Kerja disebut jika perusahaan harus memberi pelindungan pada para tenaga kerjanya yang mencakup kesejahteraan, keselamatan, dan kesehatan, baik psikis atau fisik.

Disamping itu, pada Pasal 86 UU Tenaga Kerja disebutkan jika beberapa tenaga kerja memiliki hak untuk mendapat pelindungan atas kesehatan serta keselamatan kerja, moral dan kesusilaan, dan tindakan yang sesuai harkat dan martabat manusia.

Beberapa aturan dalam UU Tenaga Kerja itu bisa diterapkan oleh perusahaan dengan mengaplikasikan K3 secara terstruktur melalui bagian HSE di lingkungan kerja.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk pengelolaan HSE di lingkungan kerja.

  • Memberi training K3 dasar ke semua pegawai secara periodik
  • Menyediakan sarana kesehatan dan tanggap darurat di perusahaan
  • Membuat pedoman atau management keselamatan diri di kantor (melalui poster, pertanda jalan, dll)
  • Menyediakan beberapa alat keselamatan seperti pemadam api di dalam ruang (fire sprinkle, hydrant, APAR) dan keterangan langkah kerjanya
  • Membuat dan menyosialisasikan proses penyelamatan darurat ke semua pegawai
  • Memberikan penanganan kesehatan darurat pada kecelakaan secara tanggap

Tugas dan Tanggung Jawab HSE Officer

hse adalah
Sumber Gambar : safetysignindonesia.id

Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, setiap pegawai dalam bagian HSE pada sebuah perusahaan bertanggungjawab atas pekerjaan dasarnya masing-masing yang berkaitan keselamatan kerja semua pegawai.

Tiap anggota HSE diharap sanggup mengurus pekerjaannya dengan cepat dan lugas untuk memastikan jika kecelakaan atau keadaan genting bisa ditangani tanpa memunculkan kerugian fisik atau bahkan juga nyawa.

Adapun peranan dan tanggung-jawab dari petugas HSE ialah seperti berikut,

  • Memberi pedoman untuk pegawai lain mengenai tata cara penanganan keadaan darurat dasar
  • Memberi penyuluhan terkait keadaan tanggap darurat (kebakaran, masalah kelistrikan, dan sebagainya)
  • Menyiapkan diri pada situasi genting apa saja secara cepat dan responsif
  • Melaksanakan pekerjaannya dengan komitmen kemanusiaan tinggi

Peran HRD Untuk Menyiapkan HSE Terbaik

Seperti sudah disinggung sebelumnya, bagian HSE ada di bawah departemen SDM pada suatu perusahaan.

Karena itu, HSE dipersiapkan dengan beberapa pertimbangan dan penyeleksian tertentu oleh manager human resources and development (HRD).

Beberapa peranan HRD dalam persiapan anggota HSE ialah seperti berikut:

  • Melakukan recruitment dan penilaian pada calon dengan latar belakang berkaitan (kesehatan dan pengatasan responsif darurat)
  • Mengalokasikan budget untuk sarana kesehatan atau service kesehatan intern untuk pegawai
  • Mempersiapkan training K3 untuk beberapa pegawai
  • Mengelola informasi antara bagian atau departemen di perusahaan terkait tanggap darurat
  • Menentukan budget untuk penanganan K3 dan operasional HSE secara efektif

Melalui peranan HRD dalam HSE ini, diharapkan suatu perusahaan bisa meminimalkan terjadinya kerugian karena kecelakaan kerja sampai keadaan darurat yang beresiko seperti kebakaran dan lain-lain.

Peranan departemen SDM dalam masalah ini sangat penting karena perusahaan sangat membutuhkan manusia dalam operasionalnya, dan untuk itu keselamatan pada beberapa karyawan itu sangat diutamakan secara eksklusif.

KUALIFIKASI HSE OFFICER
Sumber Gambar : staff-force.com

Kualifikasi HSE Officer

Menjadi seorang HSE Officer kualifikasi yang diperlukan umumnya ialah seperti berikut :

  • Umur maksimal 35 tahun
  • Pendidikan Minimal S1 (Lingkungan/Kesehatan) atau setara
  • Setidaknya memiliki 2 tahun pengalaman
  • Mampu mengoperasikan komputer (Ms. Word dan Excel)
  • Lebih diutamakan yang memiliki Sertifikat AK3 Umum
  • Lebih diutamakan yang memiliki Sertifikat ISPO

Deskripsi Pekerjaan

Deskripsi kerja seorang HSE Officer di perusahaan umumnya ialah seperti berikut :

  • Membuat Program Kerja K3 dan perencanaan pengimpelemtasiannya
  • Memastikan berjalannya program SMK3 dan membuat dokumentasinya
  • Membuat laporan SHE dan menganalisis data statistik kecelakan kerja.
  • Melakukan peninjauan resiko assesment HIRAC & SOP
  • Melakukan promosi SHE dan safety communication
  • Melakukan pemeriksaan pada peralatan kerja, tenaga kerja, kesehatan tenaga kerja serta lingkungan kerja
  • Meninjau keselamatan kerja dan pelatihan keselamatan
  • Melakukan penanggualangan kecelakaan kerja dan melakukan penyelidikan penyebabnya
  • Memastikan tenaga kerja sudah bekerja sesuai dengan SOP Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Melaksanakan inspeksi SHE, melakukan program inspeksi SHE, dan melaporkan inspeksi SHE

Demikianlah penjelasan singkat mengenai gambaran umum apa itu HSE Officer, fungsi, tugas dan cara implementasinya.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan berguna bagi Anda yang ingin berkarir sebagai HSE Officer.

Jika Anda ingin meningkatkan peluang diterima kerja, maka perlu adanya persiapan yang matang.

Anda bisa membaca informasi seputar tes masuk dunia kerja di halaman Tips Karir agar lebih matang dan percaya diri saat menjalani tes masuk kerja.

Jangan lupa baca pula beragam informasi menarik lainnya seputar dunia kerja, hanya di Seputarkarir.com.

Baca Juga : Tugas, Peran dan Fungsi General Affair Dalam Perusahaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here